Berikut 6 minuman yang sebaiknya dihindari atau dibatasi oleh ibu hamil karena dapat berisiko bagi kesehatan ibu dan janin:
- Alkohol
- Tidak ada jumlah alkohol yang terbukti aman selama kehamilan.
- Konsumsi alkohol dapat bonus new member meningkatkan risiko gangguan perkembangan otak janin, kelainan pertumbuhan, dan komplikasi kehamilan.
- Minuman berkafein berlebihan
- Contohnya kopi, minuman energi, teh pekat, dan beberapa minuman bersoda.
- Kafein dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risiko berat lahir rendah dan gangguan kehamilan. Banyak panduan menyarankan membatasi kafein hingga sekitar 200 mg per hari selama hamil.
- Minuman energi
- Selain mengandung kafein tinggi, beberapa produk mengandung bahan tambahan seperti taurin atau herbal stimulan yang belum tentu aman untuk ibu hamil.
- Sebaiknya dihindari kecuali sudah mendapat saran dari tenaga kesehatan.
- Jus yang tidak dipasteurisasi
- Jus segar yang tidak melalui proses pasteurisasi dapat mengandung bakteri berbahaya seperti Listeria atau E. coli.
- Pilih jus yang sudah dipasteurisasi atau buat sendiri dengan buah yang dicuci bersih.
- Susu atau produk susu yang tidak dipasteurisasi
- Dapat membawa bakteri yang berisiko menyebabkan infeksi serius pada ibu dan janin.
- Pastikan memilih susu yang berlabel pasteurisasi.
- Minuman herbal tertentu
- Tidak semua teh herbal atau ramuan alami aman selama kehamilan.
- Beberapa tanaman herbal dapat memengaruhi hormon, merangsang kontraksi rahim, atau berinteraksi dengan obat.
Pilihan minuman yang umumnya lebih aman saat hamil:
- Air putih
- Susu pasteurisasi
- Jus buah yang sudah dipastikan aman
- Smoothie dari bahan yang bersih dan matang
- Teh tertentu dalam jumlah wajar setelah dikonsultasikan
Jika ibu hamil memiliki kondisi khusus seperti diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, atau mual berat, pilihan minuman sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter atau bidan.
